Taman Nasional Tanjung Puting

Taman Nasional Tanjung Puting: mengenalkan lagi Orang Utan ke Liar Taman Nasional Tanjung Puting memiliki beberapa tipe ekosistem: dataran rendah hutan hujan tropis, hutan lahan kering, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, hutan pantai, dan hutan sekunder. Taman ini didominasi oleh tanaman hutan dataran rendah seperti jelutung (Dyera costulata) , ramin (Gonystylus bancanus) , meranti (Shorea sp.) , Keruing (Dipterocarpus sp.) , dan […]
Continue reading…

 

Taman Nasional Sebangau

Taman Nasional Sebangau: di mana orangutan utan bebas berkeliaran di alam bebas Tersebar antara Katingan dan Sungai Sebangau, hanya di pinggiran kota  Palangkaraya, maka Taman Nasional Sebangau di Kalimantan Tengah adalah salah satu yang tersisa Hutan rawa gambut di Kalimantan. Taman nasional yang luas seluas sekitar 568.700 hektar adalah rumah bagi lebih dari 6.000 orangutan, membentuk satu […]
Continue reading…

 

Pangkalan Bun: di Sungai Arut

Ketika menuju ke  Taman Nasional Tanjung Puting, jadwal penerbangan memungkinkan wisatawan untuk mengemudi langsung dari bandara ke taman, tapi tidak ada alasan untuk menghindari Pangkalan Bun ,  sebuah kota yang menyenangkan di Sungai Arut. “Siapa pun yang minum dari Sungai Arut pasti akan kembali ke Pangkalan Bun” kata klasik mengatakan bagi mereka yang mengunjungi kota itu untuk pertama […]
Continue reading…

 

Palangkaraya: Pesiar ke Hutan Hujan Tropis

Kalimantan Tengah, didominasi oleh pribumi Dayak, dikenal sebagai paru-paru dunia karena hutan luas dan subur tropis dan hutan. Rantai pegunungan utara, Pegunungan Schwaner, adalah rumah bagi beberapa hutan yang paling murni di Kalimantan. Area tertentu berada dalam Hati WWF inisiatif konservasi Kalimantan ditandatangani oleh 3 negara, Indonesia, Malaysia dan Brunei. Gunung-gunung adalah sumber dari 11 sungai besar yang […]
Continue reading…

 

Suku Dayak

Masyarakat asli yang mendiami hutan hujan tropis yang lebat di Kalimantan secara kolektif disebut Dayak, tetapi sebenarnya mereka terdiri dari banyak suku bangsa yang beragam dalam budaya maupun bahasa. Kata “Dayak” sebenarnya berarti “pedalaman” atau “hulu”, terutama di mana bagian bahasa Indonesia dari Kalimantan, – yang disebut Kalimantan, – dipotong oleh sungai panjang dan lebar banyak […]
Continue reading…