Masjid Istiqlal

Pertama kali dibuka untuk umum oleh Presiden Indonesia pertama, Soekarno, pada tanggal 22 Februari 1978, Masjid Istiqlal grand Jakarta merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara baik dalam struktur dan kapasitas, karena dapat menampung jemaat hingga 120.000 orang.

Terletak di Jalan Taman Wijaya Kusuma di Jakarta Pusat, di sudut timur utara Lapangan Merdeka, Masjid Istiqlal berdiri dengan kubah berdiameter 45m dan tinggi menara. Berdiri hampir tepat di seberang Gereja Katolik tua di sudut Jalan Lapangan Banteng, masjid Istiqlal dirancang pada tahun 1954 oleh Frederich Silaban, seorang arsitek Kristen dari Sumatera Utara. Ide untuk kebutuhan sebuah masjid nasional terinspirasi oleh pemimpin Muslim KH Wahid Hasyim dan dieksekusi oleh Cokro Aminoto, maka menteri untuk urusan agama. ‘Kemerdekaan’ yang berarti Istiqlal, adalah pengingat perjuangan Indonesia untuk Kemerdekaan nasional. 17 tahun Its konstruksi secara pribadi diawasi oleh Presiden Soekarno.

Masjid ini memiliki sebuah ruang doa besar persegi panjang dengan kubah berdiameter 45 meter didukung oleh 12 kolom bulat, dan memiliki 4 tingkat balkon. Interior sebagian besarnya adalah sederhana.

Dalam singkat 18 jam kunjungi ke Indonesia pada 9 dan 10. November 2010, Presiden AS Obama dan Ibu Negara Michelle Obama melakukan kunjungan khusus ke masjid Istiqlal.Sebuah catatan samping yang Presiden mendengar dari pemimpin masjid, dan yang disampaikan kepada pers, adalah bahwa selama misa Natal, tempat parkir masjid digunakan oleh jemaat Katedral di seberang jalan. Dan sebaliknya selama shalat Idul.

Kemudian Presiden Obama memuji Masjid Istiqlal sebagai simbol toleransi keagamaan yang menjadi ciri khas Indonesia dan Indonesia, menginspirasi dunia.

Umumnya dikenal sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal grand Jakarta dapat menampung ± 200.000 visitors.Here, Anda dapat mengagumi struktur megah dan arsitektur bangunan bergaya Islam modern, lengkap dengan ubin marmer dan kutub dan steel besar baja dome.This masjid juga rumah dari terbesar di Indonesia «bedug» (Drumm digunakan untuk menunjukkan waktu shalat). dengan diameter 2m lebar dan 3m long ton dan pembobotan pada 2,3, ini «bedug» dikatakan telah dibuat dari 300 tahun kayu tua.

Akses:

Masjid Istiqlal Jakarta mudah dijangkau karena terletak di dekat Stasiun Kereta Gambir. Untuk mendapatkan sini dari Soekarno-Hatta bandara internasional, Anda dapat menggunakan transportasi umum seperti bus «Metromini» Transjakarta atau arah ke Gambir. Dari Gambir Anda dapat menggunakan ojek yang biasa dikenal sebagai «ojek», atau jika Anda lebih suka memberi, anda bisa berjalan ke masjid ini.

Sumber:  Departemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia