Taman Nasional Laiwangi Wanggameti

Taman Nasional Laiwangi-Wanggameti merupakan tipe hutan semua di Sumba, termasuk hutan pegunungan yang tidak umum di Sumba.

Taman ini memiliki keanekaragaman jenis bernilai tinggi, khususnya pada ketinggian 800 m dpl. Di antara spesies flora adalah jambu Hutan (Syzygium sp.), Pulai (Alstonia scholaris) , beringin (Ficus sp.) , kenari (Canarium oleosum) , kayu manis (Cinnamomum zeylanicum) , honggi (Myristica littoralis) , suren (Toona sureni ) , taduk (Sterculia foetida) , kesambi (Schleichera oleosa) , dan hangkang (Palaquium obovatum) .

Taman ini membentuk habitat hewan liar seperti monyet ekor panjang (Macaca fascicularis fascicularis) , babi hutan (Sus sp.) , Timor python (Phyton timorensis) , dan merah junglefowl (Gallus gallus) . Ini memiliki populasi utama dari merpati buah merah naped(Ptilinopus dohertyi) , dan beberapa jenis burung lain seperti Sumba hijau merpati (Treron teysmannii) , Sumba tombol puyuh (Turnix everetti) , kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea citrinocristata) , ungu-naped lory (Lorius domicella) , sikatan Sumba (Ficedula harterti) , Sumba jangkrik burung (Coracina dohertyi) , dan aprikot-breasted sunbird(Nectarinia buettikoferi) . Selain itu, ada sekitar 43 spesies kupu-kupu, beberapa dari mereka adalah endemik seperti birdwing halipron (Troides haliphron Naias) , Elimnias amoena, Sumalia Chilo, Ideopsis oberthurii, dan Athyma Karita.

Laiwangi-Wanggameti dinyatakan sebagai Taman Nasional baru-baru ini, dan karena itu memiliki fasilitas sangat sedikit bagi pengunjung. Namun, ada homestay yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Sekitar Taman Nasional terdapat kuburan kuno yang diukir dengan motif kuda, kerbau, pria dan wanita. Kuburan ini kuno menunjukkan status sosial keluarga yang ditinggalkan.

Akses:

Lokasi: Kabupaten Sumba Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur

  • Dari Kupang ke Waingapu, sekitar satu jam dengan pesawat,
  • Kemudian dari Waingapu untuk Watumbaka, lalu ke Maujawa, lalu ke Melolo, lalu ke Kanagar, sekitar 2 jam dengan empat-wheel drive,
  • Dan melanjutkan dengan berjalan kaki ke Taman (desa Wanggameti, Tana Rara dan Tabundung).

Saran:

Waktu berkunjung terbaik: Bulan Maret hingga Juni, dan Bulan Oktober hingga Desember

Suhu: 26 ° – 31 ° C
Curah hujan: 1.900 mm / tahun (rata-rata)
Ketinggian: 0 – 1.225 m dpl.
Letak geografis: 120 ° 00 ‘- 120 ° 22’ E; 9 ° 58 ‘- 10 ° 11’ S

Sumber: Departemen Kehutanan, Republik Indonesia