Rumah Sorkarno di Ende

Selama perjuangan kemerdekaan Indonesia, Presiden Indonesia pertama, Soekarno, pernah diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda selama empat tahun untuk Ende Flores (1934-1938). Setibanya di sini, Soekarno tidak memiliki tempat tinggal. Soekarno kemudian menemukan sebuah rumah Belanda diduduki oleh Haji Abdullah Ambuwaru. Di rumah ini, Soekarno tinggal selama empat tahun. Pada tahun 1954, ketika Soekarno menjadi Presiden Indonesia, ia secara resmi diresmikan rumah ini sebagai museum.Rumah ini sekarang disebut Rumah Soekarno.

Rumah ini memiliki dua kamar tidur, ruang tamu dan kantor. Di belakang rumah adalah ruang yang sebelumnya digunakan oleh Soekarno untuk meditasi dan beberapa kamar untuk pembantu rumah tangga. Di halaman belakang adalah juga, yang masih bekerja hari ini.

Selama pengasingannya di sini, Soekarno dicat dan menulis beberapa naskah drama seperti Dokter Setan (Satanic Dokter).

Anda dapat melihat interior rumah Soekarno termasuk kamar, yah, barang-barang yang sebelumnya digunakan oleh Soekarno (piring, tempat tidur, dan lampu minyak tanah), dan lukisan Soekarno dibuat pada tahun 1935 disebut Pura Bali (Bali Temple).

Akses:

Jadwal penerbangan dan rute ke Ende adalah tentatif. Saat ini, TransNusa memiliki penerbangan terjadwal setiap hari dari Kupang ke Ende (TransNusa Ende: 0381-24222).Selain itu, Merpati memiliki empat penerbangan seminggu (Merpati Ende: 0381-21355).Ende adalah pelabuhan tersibuk di bagian selatan Pulau Flores.

Perahu motor ke berbagai kota seperti Kupang  juga memiliki jadwal tentatif. Oleh karena itu terbaik bagi Anda untuk meminta informasi dari ASDP (0381-22007). Kapal Pelni dari Bali dan Lombok juga membuat berhenti selama di Ende setiap dua minggu.

Tanah transportasi ke barat dan kota-kota timur di Flores beroperasi juga. Ende memiliki dua stasiun bus antar kota, yaitu Wolowona untuk bus ke kota-kota timur seperti Moni, Maumere dan Larantuka, dan Ndao untuk bus ke kota-kota barat seperti Bajawa, Rutengdan Labuan Bajo .

Bandara dan pelabuhan di Ende terletak dekat pusat kota. Dari kedua tempat, Anda dapat mengambil bemo (angkutan kota). Selain itu, Anda juga dapat mengambil mobil sewaan mudah ditemukan di depan hotel Flores Sare, pelabuhan dan bandara ketika kapal atau pesawat terbang tiba.

Sumber: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Republik Indonesia