Kuil Ban Hin Kiong

Ban yang dirancang dengan indah Kuil Ban Hin Kiong di jantung kota Manado China Town adalah 335 tahun dan merupakan kuil Cina tertua dibangun di sini pada masa Dinasti Qing di Cina (1644-1911). Ini adalah rumah ibadah bagi para pengikut Tridharma dari Manado dan daerah.

Larangan nama Hin Kiong terdiri dari tiga kata, Ban berarti “banyak”, Hin berarti “nikmat berlimpah” dan Kiong berarti “istana”. Oleh karena itu, Ban Hin Kiong berarti istana suci yang memancarkan kebahagiaan banyak. Pada Ban Hin Kiong, sejumlah acara tahunan yang diselenggarakan setiap tahun baru Cina dan pada Goan Siao atau Cap Go Meh.

Kuil Tridharma tertua di bagian Timur Indonesia, Ban Hin Kion candi ini memang sangat unik untuk desain arsitekturalnya. Anda dapat mengikuti proses berdoa tetapi tidak sampai lantai tiga. Ada 16 jenis upacara ritual untuk tujuan yang berbeda.

Selain itu, candi dengan arsitektur Cina klasik juga memegang beberapa acara rutin untuk merayakan, seperti Imlek (tahun baru Cina) dan Toa Peh Kong pada Februari. The Toa Peh Kong merupakan tradisi Cina dibawa ke sini oleh nenek moyang Cina. Selama perayaan, candi yang ramai dan menjadi hidup dengan banyak atraksi budaya Tionghoa seperti barongsai (Tari Singa), yang ejak pia (pertunjukan kekebalan), pikulan (kereta dihiasi mengandung simbol-simbol agama) dan Kuda Lo Cia. Kelompok penari Cina, tarian tradisional Kabasaran Manado dan musik bambu tradisional menyelesaikan prosesi penuh warna.

Akses:

Ban Hin Kiong terletak di DI Panjaitan Street di Manado, yang merupakan pusat China Town kota di mana banyak ditemukan tempat-tempat suci dan kuil-kuil, rumah dan pasar yang menarik dijalankan oleh Cina. Candi ini terletak strategis dan mudah dicapai dengan transportasi umum, dengan mikrolet atau taksi. Pengunjung juga dapat menyewa mobil atau sepeda motor ke Kota Cina tur.

Candi merah terlihat elegan dan menarik dengan ornamen di semua sisi. Ornamen adalah simbol yang menggambarkan pesan suci tentang penciptaan langit, bumi dan manusia. Bersama-sama mereka mewakili citra Allah dalam segala kebajikan-Nya dalam satu totalitas yang terpadu, harmonis dan lengkap.
Di dinding belakang Anda akan menemukan lukisan diukir. Panel tengah menunjukkan seorang anak yang sedang mencoba untuk memetik buah dengan seorang tua berdiri di sampingnya. Simbol ini berarti siapapun yang menanam akan menikmati buahnya. Ada banyak simbol bermakna lainnya yang mengingatkan kita tentang kekuasaan Allah.
Pengunjung diperbolehkan untuk memasuki area berdoa pengikut Tridharma di bangunan tiga lantai, tapi harus melepaskan sepatu mereka di pintu masuk depan.

Sumber: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Republik Indonesia