Kota Bunga Tomohon

Tomohon adalah sebuah resor bukit yang terletak 22 kilometer sebelah timur Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara. Tomohon terdiri dari 35 desa di lima kecamatan, yaitu Barat, Timur, Tengah, Selatan dan Utara Tomohon.

Kontur tanah, cuaca dingin dan tanah yang subur mendorong masyarakat lokal untuk membudidayakan berbagai jenis bunga dan sayuran. Kota ini dikenal sebagai penghasil bunga. Ketika di musim, taman bunga penduduk setempat terlihat sangat indah.

Setiap tahun Festival Bunga Tomohon yang diadakan di sini pada bulan Juni dan Juli.Selama acara ini, menyaksikan parade bunga mengapung melalui kota. Sebuah turnamen bunga juga diadakan selama Festival mana peserta dari 94 kota di Indonesia ambil bagian di bukit inspirasi.

Ketika Anda mengunjungi kota ini selama musim mekar, Anda akan melihat pemandangan menakjubkan warna-warni bunga di kaki sebuah gunung yang indah.Panorama ini terlihat sempurna ketika matahari terbit dan kabut pagi baru saja menghilang.

Kebun bunga atau orang-orang lokal yang terletak di kaki Gunung Lokon. Selama musim mekar, pada bulan Desember, Januari atau April, bunga-bunga ini terlihat sangat indah dengan Gunung Lokon sebagai latar belakang. Selain itu, Anda juga bisa berjalan di sepanjang jalan utama di kota yang penuh dengan toko-toko bunga di kedua sisi.Sejumlah memiliki taman bunga, yang memungkinkan Anda untuk memilih dan memilih bunga favorit Anda.

Akses:

Tomohon mudah dicapai dari Manado dalam waktu satu jam perjalanan.

Tomohon memiliki topografi bergunung dan berbukit yang membentang dari Utara ke Selatan. Ada empat gunung berapi di Tomohon dan dua di antaranya masih aktif, ini adalah Gunung Lokon dan Gunung Mahawu. Gunung Lokon adalah 1.580 meter dan tinggi adalah gunung tertinggi di Tomohon.

Selama musim mekar, Anda dapat melihat bunga-bunga di sepanjang jalan sebagai banyak toko dan kebun oleh sepanjang sisi pegunungan menjual bunga.

Saran:

Disarankan agar Anda mengambil mobil sewaan jika Anda ingin melihat taman bunga di lereng gunung karena banyak yang terletak jauh dari jalan utama, sedangkan jalan di sini adalah curam dan berliku. Waktu terbaik untuk mengunjungi adalah selama musim mekar.

Sumber: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Republik Indonesia