Ternyata ada 5 Kuliner Enak di Palembang Selain Pempek

Mengenal Wisata Masakan di Palembang

Kalau Anda hanya mengenal pempek sebagai kuliner khas nan enak dari Palembang, maka Anda termasuk orang yang merugi.

Tahukah Anda kalau Indonesia merupakan salah satu surganya kuliner dunia, dan Palembang merupakan salah satu dari daerah surga kuliner itu.

Mulai dari yang ditawarkan oleh warung-warung kecil di pinggir jalan, sampai dengan sajian beberapa hotel di Palembang.

Jika ditelusuri lebih lanjut, kota memang Palembang tidak hanya terkenal dengan tempat wisatanya, tetapi justru aneka kulinernya juga sudah sangat membumi di berbagai pelosok negeri Indonesia.

Nah, untuk itu silakan simak 5 kuliner enak di Palembang selain pempek berikut ini.

Pertama adalah tekwan. Sebagian besar dari Anda pasti sudah mendengar atau bahkan mencicipi kelezatannya. Tekwan merupakan sup yang berbahan dasar ikan dan sagu.

Tersaji dalam bentuk kecil dan dinikmati bersama kuah udang dengan cita rasa tersendiri. Dilengkapi pula dengan bihun, taburan dari daun bawang yang diiris, seledri serta bawang goreng. Tak lupa tambahan jamur dan irisan bengkoang untuk membuatnya makin berselera

Cara membuatnya adalah dengan mencubit-cubit ikan giling dan sagu yang dicampurkan jadi satu dengan air es sebagai bahan dasarnya. Kemudian, dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus hingga matang, lalu ditiriskan.

Untuk kuliner yang kedua adalah Martabak HAR. Martabak ini sejatinya adalah martabak telur.

Kata “HAR” sendiri merupakan kependekan dari Haji Abdul Rozak, yang tak lain orang yang penemu martabak ini. Seorang keturunan India yang tinggal dan menikah di Palembang.

Menurut sejarahnya, rumah makan Martabak HAR yang masih beroperasi di Jalan Sudirman, Palembang ini, telah berdiri sejak Juli 1947. Setelah itu muncul banyak penjual Martabak HAR di segala penjuru tanah air.

Para penjual tersebut tak lain adalah keluarga dari Haji Abdul Rozak sendiri dan juga orang-orang yang pernah bekerja di rumah makan Martabak HAR.

Sedangkan sosok Haji Abdul Rozak, sudah berpulang ke Yang Maha Kuasa pada 2001 silam.

Kuliner ketiga adalah pindang patin. Dilihat dari namanya, Anda pasti bisa menebak bahan dasar dari makanan ini.

Ya, ikan patin yang diramu dengan resep dan bumbu sederhana ini mampu menghasilkan rasa yang begitu mewah.

Wajar saja, kalau Anda bisa menemukan dan memesannya saat menginap di salah satu hotel di Palembang.

Lantaran dimasak dengan rempah dan juga irisan nanas, kekuatan kuah dari pindang patin ini memang sangat “juara”.

Selain lezat dan juga segar, kuliner ini memiliki kandungan gizi dan protein yang cukup tinggi, sehingga layak dikonsumsi setiap hari.

Lanjut ke kuliner yang keempat yaitu mie celor. Mie yang satu ini bukan sembarang mie.

Tidak seperti mie yang sudah pernah Anda rasakan sebelumnya. Mie yang dipakai memiliki ukuran lebih besar ketimbang mie biasanya.

Salah satu keistimewaan dari rasa mie celor ini terletak pada kuahnya, yang merupakan kombinasi dari kuah santan dan juga kuah ebi.

Tidak sampai di situ saja, kuliner ini semakin membuat lidah Anda bergoyang dengan sajian toge, irisan telur rebus, seledri, daun bawang, dan juga bawang goreng.

Untuk kuliner yang kelima, adalah “wujud lain” yang cocok bagi Anda pecinta buah durian.

Nama kuliner yang satu ini adalah tempoyak. Diproses dari buah durian yang difermentasikan, sehingga menghasilkan aroma yang makin mantap dari pada saat Anda memakan buah durian biasanya.

Selain biasa dijadikan lauk bersama nasi, tempoyak ini juga bisa dijadikan sebagai bumbu masak.

Tak jarang pula tempoyak ini diracik sebagai campuran daging ayam. Bukan hanya di Palembang saja, kuliner berbahan dasar durian ini juga cukup populer di Lampung dan juga di beberapa daerah di Kalimantan, bahkan “aromanya” juga hinggap sampai ke Negeri Jiran, Malaysia.