Takengon: Desa di atas Awan

Akses:

Pergi ke Takengon adalah kenyamanan ketika anda berada di Banda Aceh.

Dari ibukota Banda Aceh, Anda dapat naik bus atau mobil sewaan. Dalam beberapa kasus, Labi-Labi (transportasi publik lokal di Banda Aceh) juga bisa disewa untuk perjalanan ke Takengon. Dibutuhkan 8 jam untuk sampai di sana.

Dari Banda Aceh, wisatawan biasanya melewati Bireun, yang adalah drive mudah sebagai jalan panjang hampir lurus. Dari Bireuen ke Takengon, sopir harus membayar perhatian ekstra untuk jalan seperti yang berliku dan ngarai berada tepat di sisi jalan.

Jika Anda berangkat dari Medan, naik bus dari stasiun bus akan ke Banda Aceh, dan berhenti di Lhokseumawe. Medan – Lhokseumawe perjalanan sekitar 4 jam. Dari Lhokseumawe ke Takengon Anda dapat mengambil minibus dan dibutuhkan 3 jam untuk sampai di sana.

Jika Anda kebetulan berada di Kutacane, ada juga angkutan umum akan Takengon.

Takengon adalah kota sekitar ketinggian 1.200 meter. Hal ini jauh berbeda dari Banda Aceh. Ketika Banda Aceh menjadi meriah saat malam tiba, di Takengon, adalah sebaliknya.

Ketika Anda menjelajah jalan berkelok-kelok di samping keretakan indah Gunung Geureundong dalam perjalanan ke Takengon, kota kecil dengan penduduk tidak lebih dari 230.000 di Aceh Tengah, mata Anda akan terhibur dengan konser visual lewat pohon pinus di, seri sisi Anda vegetasi tropis dihiasi dengan rumah-rumah semi permanen, dan terlihat tertegun anak-anak lokal tekun Labi-Labi anda melewati mereka. Angin di wajah Anda akan menjadi lebih dingin secara bertahap, saat Anda melewati lapis kabut. Di sini, suhu rata-rata hampir permanen sekitar 20 derajat Celcius, atau gelar 68 nyaman Fahrenheit. Akhirnya, 100 kilometer dari tepi barat, kota kecil Takengon menyambut Anda.

Takengon adalah ibukota kabupaten Aceh Tengah. Itu duduk untuk menawarkan beberapa langka Anda harus melihat. Makanan ini unik dan itu perlu diperhatikan. Agro-wisata dan kegiatan di sekitar Danau Laut Tawar (laut dari air tawar) adalah alasan untuk memperpanjang masa tinggal Anda. Belum lagi legenda seorang putri yang berubah menjadi batu dengan penjaga diamati dia terlihat. Hal ini jauh dari omong kosong bila kita menyebutkan di tempat pertama bahwa Aceh benar-benar merupakan gerbang rohani ke Indonesia.

Mari dan lihat atraksi untuk diri sendiri. Kisah yang Anda katakan akan terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, dan terlalu berharga untuk dilewatkan. Ini Aceh, dan itu membuat awal yang indah untuk perjalanan Anda ke seluruh kepulauan.

Sumber:  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Republik Indonesia