Pusat Ukiran Kayu di Palembang

Pusat ukiran kayu di Palembang terletak di Jalan Faqih Jalaluddin, dekat Masjid Agung Palembang. Puluhan ruang pamer, yang juga digunakan untuk memberikan sentuhan akhir untuk ukiran kayu, tersedia dalam pusat kota. Ukiran kayu Palembang, yang diidentifikasi oleh warna merah dan emas gelap, ditampilkan sepanjang jalan ini.

Anda juga dapat menemukan produk yang belum selesai, mereka yang belum melunak atau dicat. Para pekerja di setiap toko biasanya memberikan sentuhan terakhir mereka sebelum dijual. Emas adalah warna yang paling dominan di Palembang ukiran.

Ini membedakan ukiran Palembang dari ukiran produk dari daerah lain di Indonesia, seperti Jepara di Jawa Tengah. Lemari tubuh, pintu, atau kaca, serta bingkai foto biasanya dicat warna emas. Bagian lain yang ditutupi oleh warna merah dan hitam gelap. Gambar bunga dalam warna hitam membuat ukiran lebih indah.

Akses:

Faqih Jalaluddin Street terletak di dekat Masjid Agung Palembang, yang merupakan titik nol kota tertua di Indonesia. Anda dapat pergi ke Palembang dengan taksi atau mobil sewaan dari Sultan Mahmud Badaruddin II Bandara Internasional Tanjung Api-Api Jalan di Palembang, yang dapat diakses dari Malaysia, Singapura, Cina, dan Thailand.

Di Pusat Kota, ada sembilan jenis angkutan umum termasuk tujuh bus kota dari berbagai tujuan yang dapat membawa Anda ke Ampera tersedia hanya Rp 1.500 sampai Rp 5.000 (15 sen menjadi 50 sen AS).

Sumber: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Republik Indonesia